Jumat, 26 Januari 2024

MENINGGALNYA RENE COENRAAD

 Jalan Ganesha, 6 Oktober 1970

Petang itu, bersama seorang kawannya, Rene Louis Coenraad melintas dengan motor Harley Davidson. Ada yang meludah dari atas kendaraan saat mereka lewat. Segera dia turun dan bertanya, siapa yang meludahi dia,"Kalau berani, turun". Bukan jawaban yang diterima, tapi makian dan beberapa orang berloncatan turun dan mengeroyoknya. Dari kesaksian beberapa orang, terlihat Rene dihajar dan disiksa, sedangkan temannya berhasil lolos. Beberapa orang mahasiswa yang mendekat dihalangi petugas P2U (semacam Polisi militer dilingkungan kepolisian) dan Brimob sambil mengacungkan senjata terhunus. Beberapa yang nekad menerobos dipukul dengan popor sehingga ada yang sempat dilarikan ke RS Borromeus.

Diantara hiruk pikuk dan suara tembakan itulah Rene roboh. Ganti Brahmana, seorang mahasiswa ITB menyaksikan ada sesosok tubuh diseret kedua tangannya dan dilemparkan ke bagian belakang sebuah jip. Itulah saat terakhir Rene terlihat di tempat kejadian.

Setelah kejadian itu, tubuh korban tak diketahui nasibnya. Maka para mahasiswa berinisiatif mencari ke beberapa rumah sakit di Bandung. Pontas Pardede dengan rombongannya mencoba mencari ke Kobes. Tapi sampai disana mereka dilarang masuk. Tak lama kemudian datang pejabat komandan Kobes AKBP Tjutju Sumirat bersama Ganti Brahmana datang, sehingga akhirnya mereka bisa masuk ke markas Kobes. Ternyata jenazah Rene sudah ada di Kobes, tersembunyi di satu ruangan yang mirip gudang, di balik satu panel tergeletak begitu saja diatas lantai. Muka Rene remuk, darah mengucur dari lubang telinga, hidung dan lubang-lubang bekas luka disekujur tubuh. Terdapat lubang peluru di bahu kiri dan pundak yang diperkirakan menembus sampai ke dada dan pinggang...


Dari buku

MENYILANG JALAN KEKUASAAN MILITER OTORITER

Keterangan foto: Jenazah Rene Louis Coenraad 



Rabu, 24 Januari 2024

BOM DI KEDAI BIR

8 November 1938, di kedai bir Burgerbraukeller, Munich Hitler berpidato untuk memperingati aksi penggulingan pemerintahan republik Weimar tahun 1923 yang gagal. Penumpasan aksi itu menewaskan dan melukai banyak pendukung Hitler.

Hadir diantara massa adalah Georg Elser, seorang buruh migran dari Swiss yang bekerja sebagai tukang kayu dan pembuat jam.

Kehadiran Elser adalah untuk melakukan pengamatan tempat pelaksanaan pidato tersebut. Dia adalah salah satu buruh yang sangat membenci banyaknya larangan rezim Nazi terhadap buruh, dan merencanakan pembunuhan terhadap Hitler. Untuk itu selama Hitler pidato, ia mencatat waktu kedatangan, berapa lama berpidato, posisi berdiri di podium. Kesimpulannya, Elser akan membunuh Hitler dengan menyelundupkan bom waktu kedalam gedung, memasangnya di dalam pilar dan meledakkannya saat Hitler berpidato.

Selama delapan bulan berikutnya, Elser membuat persiapan dengan matang.

5 Agustus 1939 ia memulai misi mautnya dengan bom high-explosive 50 kg.

Setiap malam, menjelang gedung tutup pukul 23.30, Elser menyelinap masuk dan bersembunyi di galeri Burgerbraukeller.

Setiap malam ia bekerja 3 sampai 4 jam dengan serapih mungkin dan membersihkan bekas-bekas pekerjaannya sehingga nampak tidak ada yang berubah. Untuk menghantamkan palu dia harus menunggu suara ribut diseberang jalan supaya pukulannya tak terdengar.

Bom buatan Elser diatur selama 144 jam sebelum detik ledakan. 

Malam Kamis tanggal 2 November 1939, Elser mulai memasang bahan peledak dan detonator didalam kolom. 

4 November ia mengetes pemicu waktu untuk terakhir kalinya. Alat itu bekerja sempurna. Dan beberapa saat sebelum pukul 01.00 dinihari Senin 6 November, ia mulai merangkai dan mengaktifkan bom waktunya. Pukul 6.00 pagi pewaktu mulai dinyalakan. Bom akan meledak tepat 63 jam dan 20 menit kemudian, yaitu Kamis 8 November pukul 21.20.

Berikutnya Elser berkemas dan pergi ke stasiun untuk naik kereta api ke Stuttgart. Dini hari Rabu, kembali dia datang ke Burgerbraukeller untuk memastikan kerja bomnya. Detik jamnya terdengar pertanda semua bekerja lancar.

Pukul 6.30 ia pergi ke stasiun untuk naik kereta ke Swiss.


Rabu, 8 November 1939 pukul 20.10

Hitler masuk ke Burgerbraukeller dan disambut meriah dengan teriakan "Sieg heil" berulang kali. Dalam pidatonya, Hitler mencaci-maki pekerja Inggris, sementara Jerman membuat kemajuan ekonomi yang mengagumkan dibawah Sosialisme Nasional. Jarum menit perlahan mendekati pukul 21.20.

Mendadak, pada pukul 21.12, Hitler mengakhiri pidatonya, kemudian berjalan meninggalkan Aula, dan konvoi menuju stasiun kereta.

Delapan menit kemudian ledakan dahsyat terdengar dari arah Burgerbraukeller yang menewaskan seketika enam orang paling dekat dengan podium dan dua orang dua jam kemudian. Juga terdapat 65 orang terluka parah.

Elser ditangkap 100 meter menjelang perbatasan Swiss - Jerman oleh pengawal perbatasan yang kemudian menggeledah dan menemukan benda mencurigakan: pegas jam, roda gigi kecil, detonator aluminium kecil, dan kartu pos bergambar Burgerbraukeller.

Elder kemudian diserahkan ke Gestapo yang menyelidiki upaya pembunuhan Hitler. Lalu dipenjara di Sachsenhausen dan dieksekusi dua pekan sebelum Perang Eropa berakhir.


Dari buku

MENANTANG DIKTATOR

Konspirasi Rahasia Anti - Hitler

Keterangan foto: Hitler berpidato sesaat sebelum bom meledak di Burgerbraukeller



"SI PIRANG DINAMIT"

 

Lahir pada tahun 1926 dengan nama Norma Jeane di Los Angeles dari ibu Gladys Monrie Baker Mortenson.Saat Norma kecil berusia tujuh tahun, ibunya dirawat di Rumah Sakit akibat Paranoid schizophrenia.Adalah C.Stanley Gifford rekan kerja dan pacar ibunya yang tidak mengakui Norma sebagai anaknya.Masa kecil yang labil dan menyedihkan serta kesepian di beberapa panti asuhan serta penganiayaan seksual mewarnai hidup Norma di Los Angeles.

Seorang rekan kerja ibunya,Grace Goddard mencoba membesarkannya dan mendorong Norma akan sukses menjadi bintang.

Tahun 1942 Norma keluar dari sekolah menengahnya saat menginjak kelas 2 dan menikah dengan James Dougherty, seorang pekerja pada pabrik pesawat terbang.Dua tahun berikutnya saat bekerja di Radio Plane Company,Norma terpilih sebagai foto model "Yank", sebuah majalah yang menghiasi artikel pertahanan dan buruh wanita dengan fotonya.Dari sinilah berbagai kontrak menjadi foto model mulai mengalir.Norma mulai tampil secara teratur difoto-foto iklan dan promosi, majalah dan kalender.

Tahun 1946,tak lama setelah bercerai dengan Dougherty, Norma menjalani tes di depan layar Twentieth Century-Fox.Pimpinan produksi menyarankan agar namanya diubah menjadi Marilyn Monroe.

Sampai akhir 1940 Marilyn Monroe mengikuti pelajaran akting dan muncul beberapa saat di sejumlah film.

Tahun 1949 demi memperoleh sejumlah uang,ia berpose telanjang untuk dua foto kalender yang akan menjadi terkenal saat ia meraih popularitas tahun 1950 an.

Marilyn Monroe mengorbit dengan sebutan 'si pirang dinamit' pada film pertamanya 'The Asphalt Jungle' dan 'All about Eve' tahun 1950.

Dalam berakting, Marilyn bisa memerankan karakter naif dan kocak, menyedihkan, penggoda yang berbahaya.

Tahun 1954 ia hijrah ke New York dimana ia belajar di studio para aktris yang bergengsi dan mendirikan perusahaan produksi yang diberi nama "Marilyn Monroe Production".Ditahun yang sama Marilyn menikah dengan Joe diMaggio, seorang pemain bisbol dan bercerai pada tahun yang sama.

Tahun 1956 ia menikah dengan pemain drama Arthur Miller.Marilyn sempat hamil dua kali namun keguguran semua.Hal ini membuat kekecewaan yang berat  dan dia mulai memperlihatkan tanda-tanda ketidakseimbangan mental dan emosional;psikoanalisis jangka panjang tidak sepenuhnya berhasil meringankan beban penderitaannya.Hubungan dengan Miller makin buruk yang diakhiri dengan perceraian pada 1961.

Pada tahun 1961 Marilyn bertemu dengan Robert Kennedy dan presiden John F Kennedy melalui seorang aktor dan ipar Kennedy,Peter Lawford.

19 Mei 1962 pada sebuah pertunjukan langsung yang kelak menjadi terkenal, Marilyn berpakaian gaun ketat dengan nuansa kulit dan dilapisi permata tiruan, muncul di Madison Square garden untuk menyanyikan "Happy Birthday" dengan suara mendesah dan menggoda bagi JFK pada acara gabungan partai demokrat dan ulang tahun presiden.

"Malam itu ia memperlihatkan betapa buruk dirinya.Ia membiarkan mereka menyaksikan akibat tindakan orang lain yang telah meninggalkan dirinya.Ia memperlihatkan apa yang akan terjadi" demikian dikatakan Greenson, psikolognya.

Keadaan emosional Marilyn semakin memburuk.Ia membintangi"Something's Got to Give" dan beberapa kali tidak muncul ditempat shooting, mengganggu jalannya produksi,dan marah kepada semua orang yang terlibat dalam film.

5 Agustus 1962 pembantu rumah tangga Marilyn Monroe mendapati dirinya meninggal di tempat tidur nya.

Terdapat banyak spekulasi tentang kematiannya apakah karena overdosis, bunuh diri atau dibunuh.

Penjelasan yang mungkin adalah bunuh diri, mengingat tekanan psikis yang dialaminya, upaya bunuh diri yang pernah dilakukan sebelumnya dan tindakan bunuh diri dalam sejarah keluarganya.[]


dari buku

100 WANITA PALING BERPENGARUH SEPANJANG MASA

SEKILAS CINTA DI LERENG CIREMAI

Tiap rapat kabinet digelar di Yogyakarta, Perdana menteri Sjahrir mengutus sekretarisnya,Siti Zoebaedah Osman,ke Puri Mangkunegaran khusus mengantar kado.

Isi kado yang dibeli di Jakarta itu macam-macam dan selalu yang terbagus mulai dari arloji sampai tas yang tentu saja ada surat yang menyertainya.

Kepada siapa lagi kado itu kalo bukan ke Gusti Raden Ayu Siti Nurul Kamaril Ngarasati Kusumawardhani,Putri keraton yang termasyhur kecantikannya sehingga membuat Bung Karno, Hamengkubuwono IX tertarik.

"Dia alim,cakep dan tidak angkuh" kata Ida, panggilan Siti Zoebaedah.

Saat Gusti Nurul menanyakan watak Sjahrir,Ida menjelaskannya kepada putri tunggal Mangkunegara VII tersebut.

Tapi hubungan mereka lebih banyak melalui korespondensi."Saya dioleh-olehi gelang,jam dan tas" kata Gusti Nurul."Tulisannya jelek" tambahnya.

"Saya ketemu di Linggarjati"kata Nurul, yang saat itu diundang bersama abangnya Mangkunegara VIII dan istri , bersama Ibunya."Kami nginep di rumah Perundingan Belanda-Indonesia "

Mereka lalu bertemu lagi di Jakarta, saat keraton Mangkunegaran diundang rapat ke istana Presiden."Ketemunya juga sebentar-sebentar".Nurul tidak ingat lagi apa yang dibicarakan.Yang dia ingat Sjahrir membelai pipinya.

Menurut sejarawan Rushdy Hoesein, pacaran Sjahrir dan Nurul berjalan tiga tahun sejak 1946.

Sejak kecil ,Nurul mengaku tidak berniat menikah dengan tokoh politik."Risikonya banyak", katanya.

Keinginan Gusti Nurul untuk menikah dengan tentara itu akhirnya terkabul. Sepupunya,Soerjo Soejarso, yang pernah menjabat Atase militer di Amerika serikat menikahinya pada 24 Maret 1951.Dan pada tahun itu juga Sutan Sjahrir menikah dengan Poppy,putri dr.Saleh- dokter Keraton.


Dari buku

SJAHRIR

Peran besar Bung Kecil



SEPENGGAL KEMESRAAN WOROSJILOV

Sebagai balasan kunjungan bung Karno ke  Uni Soviet setahun sebelumnya, maka pada  6-19 Mei 1957 Presiden Presidium Tertinggi Soviet melakukan kunjungan ke Indonesia.

Seminggu sebelum kedatangan Kliment Efremovitch Worosjilov, konsep kunjungan sudah disusun secara rapi oleh Menteri Pengerahan  Rakyat untuk Pembangunan,AM Hanafi.Diserukan kepada rakyat Indonesia untuk menyambut dengan hangat, sepadan dengan sambutan kepada Bung Karno saat ke Soviet.

"Lepas daripada segala ideologi kunjungan presiden Worosjilov hendaknya kita terima sebagai kunjungan seorang kepala negara" kata Hanafi.

Salah satu kelompok yang menyambut dengan antusias adalah PKl, bahkan Politbiro CC PKI mengeluarkan imbauan menyatakan kedatangan Worosjilov ke Indonesia merupakan peristiwa bersejarah yang sangat penting dalam pelaksanaan politik internasional Indonesia, karena sikap Politik Soviet yang memihak rakyat melawan penjajah.

Namun ada juga kelompok yang mengkritik kedatangan Worosjilov, karena menganggap kedatangannya akan memperkuat posisi PKI, khususnya perebutan kursi di DPRD.Rupanya suara terakhir ini kalah gaung dibandingkan dengan sambutan rakyat yang gegap gempita.

Harian "Minggu Merdeka" melansir disiapkan anggaran Rp.12 juta (yang setelah dikonfirmasikan ternyata 3 juta) untuk pembuatan bendera kertas Indonesia dan Uni Soviet sebanyak 5juta lembar, ongkosnya mencapai Rp.250 ribu.

Sejak awal 1957 harian 'Indonesia Raya','Abadi','Sin Po', Bintang Timur','Harian Rakyat','Pedoman' terus menyorot perhelatan kunjungan ini.

Pada kedatangan nanti,harian 'Republik' memperkirakan 4ribu buruh,1000 wanita,1000  pemuda,1000 petani,1000 veteran, mahasiswa, golongan Tionghoa di Jakarta akan menyambut kedatangannya.

Tak hanya itu,300 orang anggota ikatan sepeda kumbang Jakarta akan berjajar dipinggir jalan di pinggir jalan Kemayoran tempat tamu agung mendarat.Juga ada sambutan dengan 21 dentuman meriam yang dilanjutkan dengan salaman dengan anggota kabinet dan korps diplomatik.

Ternyata perkiraan tersebut meleset jauh...

Saat Worosjilov tiba pada 6 Mei 1957 pukul 16.15, sambutannya lebih meriah!

Ratusan ribu warga menyambut sambil mengibarkan bendera kedua negara.Lima ribu burung merpati diterbangkan.

"45 pesawat dari Angkatan Udara RI dari berbagai jenis menderu-deru di udara disusul dengan pesawat pembom dan jet pancar gas RI" demikian tulis harian 'Patriot'.

Presiden Sukarno mengatakan "Paduka sedang ada di Jakarta, tempat lahirnya Revolusi"

Di Yogyakarta sambutan rakyat tak kalah hebatnya.Puluhan ribu rakyat mengular dipinggir jalan sepanjang 10km.350 mobil disiagakan, ratusan ribu bendera kedua negara dicetak dan gending 'Kebo Giro' serta 'Sampak Sanga' mengalun  mengiringi kedatangan sang tamu.

Worosjilov juga mengadakan rapat raksasa di alun-alun kota Solo yang dihadiri ratusan ribu rakyat.Dalam kesempatan itu dia menegaskan kembali dukungan negaranya atas kembalinya Irian Barat ke pangkuan Indonesia.Selain itu , dikatakan hubungan internasional harus dilandaskan asas-asas koeksistensi, tanpa memandang perbedaan politik yang dianut oleh masing-masing negara.

Pastilah, Worosjilov meninggalkan Indonesia dengan sejuta kenangan.Kunjungan penuh kehangatan.Kemesraan yang sangat sulit untuk ditorehkan dengan kata-kata.

Sebuah penggalan sejarah di masa lalu yang mungkin sudah dilupakan oleh anak bangsa di masa kini.


Dari buku

Segenggam Cinta dari

MOSKWA






NGOPI BERSAMA NGARSO DALEM

Gedung Rakyat Malang 1947,

Sidang KNIP yang pertama tengah berlangsung. Malam mulai larut, sidang terasa, bertele-tele. Sri Sultan duduk di pojok ruangan, saya di ujung yang lain. Dia kelihatan kesal, bosan, kedua kakinya diluruskan.


Ketika melihat saya, dia lantas bangun dan mendekat. "Saudara Baswedan, ayo kita keluar sebentar". Saya pun ikut, karena memang agak capek juga. Kami keluar, udara dingin. Sri Sultan merapatkan mantelnya, kami berjalan dan mampir di warung kecil di pinggir jalan. Duduk di bangku kayu bercahayakan lampu sentir, minum kopi panas dan makan dua potong pisang goreng. Saya hanya membayangkan, apa yang akan dilakukan si tukang warung itu jika dia tahu bahwa orang bermantel biru tua yang tengah diladeninya adalah Sri Sultan yang terkenal itu.


Sering kali kita enggan melakukan hal-hal yang dulu biasa kita kerjakan jika posisi kita sudah lain dari dulu. Sudah jadi "orang gede". Orang sering menyebutnya sebagai "mobilitas vertikal". Apalagi di jaman kemerdekaan, ketika orang bisa mendadak mendapat kedudukan yang besar, semacam menjadi Menteri, staf Kabinet atau memegang posisi di Departemen ini dan itu. Orang-orang yang naik mendadak ini kadang-kadang lantas bermacam-macamlah tingkahnya. Kebalikannyalah yang justru terlihat dan terjadi pada Sri Sultan. Kenangan di warung pinggir jalan kota Malang, di suatu malam yang gerimis, adalah kejadian kecil yang menjadi bukti besar akan sifat demokratis pribadi ini.[]


(Dikisahkan oleh Abdul Rahman Awad Baswedan, anggota KNIP Jakarta, anggota Konstituante dalam buku "Tahta untuk Rakyat")


Keterangan foto: Sri Sultan Hamengkubuwono IX saat sidang KNIP di Malang



Selasa, 16 Januari 2024

SRI MOELJONO HERLAMBANG DAN PELURUSAN SEJARAH AURI

Bersama Omar Dani dan Saleh Basarah,Sri Moeljono Herlambang adalah Angkatan pertama kadet penerbang TALOA California.Dia juga orang pertama yang menerbangkan pesawat jet tempur AURI buatan Inggris pada Februari 1958.

Sri berada di Medan saat di Jakarta terjadi pemberontakan,dan segera dia kembali ke Jakarta dengan pesawat Jetstar yg dipiloti Wage Mulyono.Ia turut  mengatur agar tidak terjadi pertumpahan darah di Halim antara RPKAD dan Yon 454 Raiders dari Jawa tengah.

Pasca peristiwa itu,Sri diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan udara.Tiga bulan menjabat,ia mengundurkan diri dan ditahan oleh militer.Mei 1967 ia diberhentikan dengan hormat dari jabatannya dengan hak pensiun.Kemudian ia terjun ke dunia bisnis dan memimpin PP(Perhimpunan Purnawirawan) AURI.

"Menyingkap kabut Halim" adalah buku yg ditulis setelah pertemuan PP AURI pada 17 Desember 1998.Buku itu lalu diluncurkan pada 9 November 1999.

Buku itu menjelaskan

Pertama: latihan sukarelawan Dwikora diadakan di desa lubang buaya, Pondok Gede yang tidak termasuk wilayah Halim Perdanakusuma.

Kedua: AURI secara institusional tidak terlibat upaya kudeta tersebut,hanya ada beberapa anggotanya seperti mayor udara Sujono.

Ketiga: Keberadaan Bung Karno di Halim Perdanakusuma adalah sudah sesuai prosedur militer dalam keadaan darurat.

Dikatakan pula pada 1965 AURI merupakan salah satu kekuatan udara terkuat di Asia.Angkatan ini dipimpin oleh perwira² muda seperti Omar Dani,Sri Moeljono Herlambang.Kebanyakan dari mereka adalah dekat dan loyal kepada Bung Karno.Omar Dani pernah mengatakan ia ingin seluruh insan AURI adalah 'kleine Sukarnotjes' atau Sukarno² kecil.

Akibat G30S, AURI dituding terlibat dan Angkatan ini dijadikan bulan-bulanan.Hal ini melekat sampai masa orde Baru.

Dengan berakhirnya rezim itu keadaan kembali berangsur pulih.

Dengan penerbitan buku "Menyingkap kabut Halim" berbagai persoalan telah diklasifikasi dan ketangguhan Angkatan udara sebelum era orde baru diungkap.

Pelurusan sejarah AURI berjalan lancar dan tampaknya bisa menjadi model bagaimana persoalan masa lalu diselesaikan dengan baik.


Dari buku

1965

Orang-orang dibalik Tragedi



SUAMI DENGAN TIGA CINTA

1904 Nest, demikian panggilan EFE Douwes Dekker menikah dengan Clara Charlotte Deije dan memperoleh 5 anak, dua diantaranya laki-laki mening...